Kecanduan dalam Kacamata Psikologi Klinis

Kecanduan dalam Kacamata Psikologi Klinis

Kecanduan dalam Kacamata Psikologi Klinis

Oleh: Tri Permata Sari

(Dosen Prodi Psikologi UNIMUDA Sorong)

Dalam banyak hal, objek yang bisa menimbulkan kecanduan atau rasa candu adalah rokok, alkohol, narkoba, dan lain sebagainya yang bahkan bersifat naluriah seperti seks. Dalam KBBI, kecanduan (berasal dari kata dasar candu) bisa diartikan sebagai kejangkitan akan sesuatu secara berlebihan.

Dalam tingkatan tertentu, kecanduan bisa mengarah pada perasaan obsesi dan keterikatan yang sangat intens. Jika sudah seperti ini, seseorang bisa digolongkan sebagai penderita gangguan mental.

Jika ditarik dalam kacamata psikologi klinis, American Psychological Association menerangkan bahwa kecanduan atau rasa candu yang sangat intens berkaitan erat dengan sisi psikologis manusia. Secara umum, ketergantungan atau kecanduan yang dialami manusia bisa diakibatkan oleh keinginan, rasa penasaran, pergaulan, dan obsesi manusia akan sesuatu.

Bukan hanya narkoba dan alkohol, dalam banyak kasus, seks, game, makanan, film, dan bahkan kekerasan bisa dijadikan objek candu bagi penikmatnya. Hal ini sudah sangat erat kaitannya dengan perilaku dan pikiran yang ada dalam otak manusia. Kecanduan yang parah juga terbukti bisa merusak mental dan psikis seseorang.

Rasa candu yang sangat parah dan obsesi manusia akan sesuatu merupakan salah satu bentuk kelainan mental yang mungkin sulit untuk disembuhkan. Meskipun berbeda, kecanduan dan obsesi berlebihan bisa dikatakan sama-sama mengarah pada gangguan mental atau psikologis pada manusia.

Laman Vertava Health melansir bahwa obsesi yang berlebihan merupakan kondisi mental kronis yang ditandai dengan tindakan berulang sebagai pelampiasan keinginan penderitanya. Jika tidak dilakukan, penderita akan merasakan gelisah, kesakitan, dan bahkan tidak bisa mengenali lingkungan di sekitarnya dengan normal.

Di sisi lain, kecanduan juga mengarah pada hal yang sama, tetapi lebih parah. Kondisi ini bisa merusak otak, tubuh, psikologis, dan bahkan tanpa sadar bisa membunuh penderitanya. Pecandu alkohol atau narkoba akan terus mengonsumsinya tanpa batasan yang jelas sampai ia terbunuh akibat dosis yang berlebihan.

Pada kasus-kasus tertentu, orang dengan kecanduan parah bisa diatasi atau ditekan dengan obat-obatan medis, di samping konseling dan rehabilitasi, seperti diulas dalam Medical News Today. Namun, sayangnya, kecanduan merupakan sifat yang sangat sulit untuk disembuhkan.

Para ahli sepakat menyatakan bahwa kecanduan lebih mengarah pada gangguan mental atau otak kronis yang memengaruhi perilaku penderitanya. Seseorang mungkin sadar bahwa narkoba itu berbahaya. Namun, ia tak kuasa menolaknya akibat rasa candu yang begitu kuat dalam dirinya.

Satu lagi, adiksi atau kecanduan yang tergolong pada orang-orang psikopat dipastikan tidak bisa sembuh. Dilansir Yale University, psikopat sejati tidak bisa disembuhkan karena memang mereka terlahir demikian. Ada kerusakan dalam otak dan psikis secara permanen yang menyebabkan mereka digolongkan sebagai psikopat.

Jadi sangat disarankan untuk tidak menyentuh hal-hal yang menyebabkan kecanduan atau memabukkan. Pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan untuk mengendalikan pikiran dan tubuhnya supaya terhindar dari rasa candu dan obsesi menyimpang.