Pertanian Berkelanjutan dengan Konsep Permakultur
Pertanian Berkelanjutan dengan Konsep Permakultur
Normawati
(Mahasiswa Prodi Agribisnis FST UNIMUDA Sorong)
Permakultur pertama kali ditemukan pada tahun 1970-an sebagai ide yang dikembangkan untuk menciptakan mekanisme pertanian yang lebih baik karena kondisi tanah yang terus memburuk (degradasi lahan). Permakultur adalah kerangka konseptual untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan melalui desain lanskap, pertanian organik, dan pertanian mandiri melalui sinergi.
Tujuan utama dari permakultur ialah penciptaan pertanian permanen yang meningkatkan natural capital, modal pertanian yaitu alam sebagai media produksi pertanian melalui melalui sistem pertanian yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.
Permakultur didasarkan pada aspek etika bertani. Etika budidaya diterapkan sebagai pedoman dalam kegiatan budidaya yang berlangsung. Etika permakultur didasarkan pada tiga hal yaitu peduli terhadap bumi, peduli terhadap manusia dan peduli batas komsumsi sumber daya.
Konsep permakultur bisa digunakan tidak hanya untuk merancang lanskap kebun dan tanaman, tetapi juga dalam kehidupan sehar-hari kita agar kita lebih bisa menjalani hidup yang berkesadaran dan harmonis dengan alam. Permakultur percaya bahwa dalam pertanian manusia tidak bertindak sebagai subjek dan alam bukanlah objek. Namun keduanya bersifat berkesinambungan, hidup bersama, dan memiliki peran dan tanggung jawab masing-masing dalam suatu siklus yang berkesinambungan. Manusia tidak hidup di alam, tetapi alam dan manusia hidup berdampingan.