• Beranda
  • Artikel
  • Tantangan Pengembangan Kambing Peranakan Etawa di Kabupaten Sorong
Tantangan Pengembangan Kambing Peranakan Etawa di Kabupaten Sorong

Tantangan Pengembangan Kambing Peranakan Etawa di Kabupaten Sorong

Tantangan Pengembangan Kambing Peranakan Etawa di Kabupaten Sorong

Aris Pujianto (Mahasiswa Prodi Peternakan UNIMUDA Sorong)

         Pulau Papua merupakan daerah yang luas yang terdapat banyak budaya, suku, ras, dan agama. Papua terbagi menjadi dua provinsi  yaitu provinsi papua dan papua barat, di papua barat terhusunya ada daerah paling barat didaratan papua barat yang bernama kabupaten dan kota sorong yang mayoritas bertani dan berternak yang meliputi hewan ruminansia dan non ruminansia namun hewan ternak yang dihasilkan yaitu hewan ternak untuk mendapatkan daging, dan telur. Sangat jarang kita jumpai ternak penghasil susu maka inilah yang kemudian menjadi rujukan.

         Akan tetapi pemerintah kabupaten sorong terkhususnya dinas peternakan pada tahun 2003 pernah mendatangkan peranakan etawa sebanyak 10 ekor jantan dan 20 ekor betina yang di impor dari kaligesing (jawa tengah) dan kemudian kambing-kambing ini di berikan kepada kelompok ternak binaan yang dibina langsung dari dinas peternakan dan bahkan sempat membuat olahan hasil ternak perah menjadi susu bubuk dan dodol susu.

      Kemudian yang menjadi permasalahanya adalah terjadinya perkawinan sedarah yang mengakibatkan kambing peranakan etawa ini mengalami hambatan dalam proses pertumbuhan sehinga pertumbuhan dan indukan  tidak sesuai dengan apa yang di inginkan. Ada beberapa tahapan dalam pemeliharaan kambing peranakan etawa, yang pertama adalah breeding,  dimana breeding ini sangat di perlukan untuk mencari calon indukan yang berkualitas sehinga adanya penigkatan dalam berternak kambing perah dan mencegah terjadinya perkawinan sedarah.

         Aspek ini sangat perlu dan ditambah lagi dengan akses, transportasi dan akomodasi dari pemerintah mengingat pemerintah adalah ujung lidah  dari masyarakat maupun peternak kalau saja pemerintah memfasilitasi maka tidak ada lagi yang namanya perkawinan sedarah. Terlepas dari pada itu saat ini sangat jarang kita temui masyarakat sorong yang berternak kambing perah dikarenakan tidak ada akses dari pemerintah. Akan tetapi kalau kita melihat bahwa aspek ternak perah sangat bagus dan memadai karena pada saat ini jarang sekali kita temui produk olahan hasil ternak perah.

        Apakah ada prospek peternakan  terkhususnya ternak perah di Kabupaten Sorong ? Ya pastinya ada, apabila ada percampuran tangan dari pemerintah sehinga tidak ada kesulitan dalam berternak perah di tambah lagi saat ini terkhususnya di wilayah timur belum ada pengolahan ternak perah. Memang pada dasarnya suhu di sorong relative tinggi sehinga berbeda dengan daerah jawa yang relative rendah, bagaimana cara mengatasi suhu tinggi ini yaitu berternak di wilayah sorong yang suhunya relative dingin  sehinga dapat meningkatkan prospek ternak terkhususnya ternak perah. Dengan kita memperbaiki system perkandangan dan kebersihan lingkungan akan memungkinkan ternak perah  peranakan kambing etawa mengalami kemajuan dan perkembangan terkhususnya di wilayah Kabupaten Sorong.

Artikel Populer