Strategi Pendidikan Bahasa pada Anak
Abdul Hafid
(Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UNIMUDA Sorong)
Pendidikan bahasa dimulai sejak anak dilahirkan kedalam dunia ketika anak bayi merasa tidak nyaman atau lapar, maka anak akan menangis, tangisan anak tersebut merupakan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan apa yang anak rasakan kepada orang tuanya. Ketika bayi mulai bisa menggunakam lidah dan bibir secara bersamaan untuk memghasilkan suara. Diusia ini bayi bisa bicara dengan menyebutkan bapa dan mama meski belum terlalu jelas. Diusia selanjutnya, setelah bayi menunjukan bayi bisa berbicara, ia akan menyerap banyak kata yang didengar dari percakapan disekitarnya. Lalu pada usia 1 sampai 2 tahun, anak sudah bisa berbicara sambil merangkai dua sampai empat kata dalam satu kalimat. Lama kelamaan ia akan belajar caranya menjelaskan hal- hal yang ia lihat, dengar, rasakan, pikirkan, dan inginkan.
Ketika orang tua sering mengajak anak berbicara maka anak akan menirukan apa yang disampaikan oleh orang tuanya ketika itulah anak akan memahami bahwa apa yang ia sampaikan mendapat respon timbal balik. Sebagai orang tua sebaiknya tidak bosan mengajarkan anak dalam berbicara bisa melalui cara membacakan buku dongeng anak yang dapat merangsamg imajenasi anak sehingga anak akan berkembang kemampuannya dalam berfikir dan berbicara. Dapat juga melalui permainan permainan sederhana seperti tebak nama benda ataupun bertanya jawab, menyanyikan lagu sesuai dengan usia anak sehingga anak mudah untuk menirukannya. Segala sesuatu yang dilakukan harus sesuai dengan kondisi anak, sehingga ketika di terapkan pada anak mudah untuk memahami karena disesuaikan dengan dunianya sehingga anak akan menikmati proses dengan baik dan mendapatkan hasil dengan baik pula.
Pada usia anak memasuki dunia sekolah hendaknya guru membimbing anak dengan tahapan- tahapan yang sesuai dengan perkembangan anak sepeti tahapan tahapan dasar anak sebelum membaca harus mengenal huruf abjad terlebih dahulu, kemudian setelah anak menghafalkan dan mengenal huruf dengan baik, barulah anak diajarkan cara penggabungan huruf dimulai dengan dua huruf misalnya ba bi bu be bo dengan menggunakan huruf vokal agar anak mudah memaham. Kemudian ketika anak mulai memahami dengan menggabungkan dua huruf lalu tahapan yang selanjutnya mulai menggabungkan tiga huruf sapai anak dapat memahami dengan baik. Sebagai guru dalam memdidik siswa harus memiliki kesabaran yang tinggi serta mampu mengembangkan cara atau metode- metode pembelajaran yang dapat membangkitkan motivasi belajar siswa.