Pendidikan Bahasa dan Sastra di SD dan Umum
Pendidikan Bahasa dan Sastra di SD dan Umum
Ismi
(Mahasiswa Program Studi PGSD UNIMJUDA Sorong)
Mengingat apa yang kita ketahui bahwa pendidikan merupakan fundamental (Mendasar) Bagi Para Peserta didik (Generasi Bangsa), Pendidikan adalah Bentuk untuk mengembangkan potensi serta mencerdaskan Bangsa,dan Menjadikan Pribadi yang bertanggung jawab.Jadi untuk menjadi generasi penerus bangsa yang cerdas perlu adanya dunia pendidikan dari Jenjang SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi. Dalam dunia pendidikan yang kita lihat serta kita pelajari dari situasi perubahan kurikulum yang baru yakni dengan menyederhanakan mata pelajaran.
Kurikulum 2013 hadir dengan Memperingkas kompetensi inti,kompetensi dasar,dan struktur kurikulum. Khususnya dalam mata pelajaran bahasa indonesia, kurikulum 2013 dapat kita lihat mencakup komponen berbahasa, kebahasaan, dan kesastraan yang meliputi dimana peserta didik harus menyimak , berbicara, membaca, menulis, kebahasaan, kesastraan, dan kesantunan dalam bahasa. Jelas bahwa pendidikan di setiap jenjang, SMA, SMP sampai SD harus diselenggarakan secara sistematis guna mencapai tujuan tersebut. Hal tersebut berkaitan dengan pembentukan karakter peserta didik sehingga mampu bersaing, beretika, bermoral, sopan santun dan berinteraksi dengan masyarakat. Karena itu perlunya Bahasa dan sastra di SD sebab, kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis saja, tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain .
Jadi dapat kita semua simpulkan, kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh kemampuan tekhnis dan sisanya 80% oleh kemampuan mengelolah diri dan orang lain. Bahkan orang-orang tersukses di dunia bisa berhasil dikarenakan lebih banyak didukung kemampuan mengelolah dari dan orang lain daripada kemampuan tekhnis. Hal ini mengisyaratkan bahwa mutu pendidikan karakter peserta didik sangat penting untuk ditingkatkan di jenjang SD. Dewasa ini sering kita membahas pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui pengoptimalan peran bahasa dan sastra, oleh karena itu yang dapat kita ketahui sekurangnya ada dua perspektif yang mengemuka. Pertama, dari sudut pandang paradigma pendidikan bahasa dan sastra.
Pendidikan bahasa dan sastra dirasakan memang sangat penting karena ketika seorang pendidik memberikan pengajaran kepada anak-anak didiknya, ia harus bisa menggunakan bahasa dengan baik dan benar. Apabila seorang pendidik mengunakan bahasa yang kurang baik, maka akan dicontoh oleh anak-anak didiknya dan itu akan mengakibatkan peran bahasa dalam dunia pendidikan menjadi kurang berkualitas(Kurang Baik). Kedua, dari perspektif hubungan antara pendidikan bahasa, sastra, dan pembentukan karakter. Untuk membentuk karakter anak bangsa ini, sastra diperlakukan sebagai salah satu media atau sarana pendidikan kejiwaan. Hal itu cukup beralasan sebab yang kita ketahui sastra mengandung nilai etika dan moral yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan manusia. Sastra tidak hanya berbicara tentang diri sendiri , tetapi juga berkaitan dengan Tuhan , alam semesta , dan juga masyarakatnya . Sastra mampu mengungkap banyak hal dari berbagai segi, salah satunya pemebentukan karakter yakni cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas setiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa, maupun negara. Dalam dunia Pendidikan SD Hakikat Pembelajaran Sastra di Sekolah Dasar (SD) diarahkan terutama pada proses memberikan pengalaman bersastra. Hubungan interaktif antara pengalaman dengan pengetahuan kebahasaan merupakan kunci awal dalam memahami dan menikmati cerita bacaan anak-anak yang ditinjau dari cara berbahasa, bahasa, dan isinya harus disesuaikan perkembangan dengan membaca anak. Dapat kita simpulkan bahwa Sastra sebagai media untuk pengintegrasian, penyampaian pendidikan karakter kepada peserta didik, penanaman nilai-nilai yang baik mampu menjadi salah satu metode untuk menuju pendidikan yang lebih baik kedepannya. Pengajaran sastra mampu dijadikan sebagai pintu masuk dalam penanaman nilai-nilai moral seperti kejujuran, pengorbanan, demokrasi, santun dan sebagainya. Berbagai upaya yang dapat kita ketahui yang bisa dilakukan pendidik melalui pembelajaran sastra yang disertakan pula pendidikan karakter di dalam penyampaiannya, baik melalui puisi, lagu, cerpen, novel, drama, dan cerita rakyat nampaknya akan mampu membawa pendidikan karakter untuk masuk ke dalam jiwa peserta didik dan secara utuh khususnya anak Sekolah Dasar (SD).
Berkenaan dengan materi yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia adalah mendengarkan, membaca, bercakap-cakap, mengarang dan menulis, Secara umum nilai-nilai yang terdapat pada materi-materi pembelajaran bahasa Indonesia adalah kejujuran, keberanian, rasional(sesuai), kreatifitas, menghargai, kerja keras, sopan santun dan sebagainya. Terselenggaranya pendidikan di tiga lingkungan sangat memungkinkan penggunaan bahasa memiliki pengaruh yang besar. Dari cerminan tersebut perlunya pengajaran bahasa dan kaitannya dengan pendidikan dinilai mampu memberikan hal positif dalam pembentukan karakter seseorang melalui pendidikan berbasis karakter. Mempelajari dan mengembangkan bahasa dalam pendidikan sangatlah perlu ditingkatkan. Oleh sebab itu kita sebagai pemerhati pendidikaan serta calon pendidik khususya SD yang saat ini mengambil studi jurusan PGSD mempunyai peran penting dalam menanamkan nilai-nilai positif serta pembentukan karakter seseorang melalui bahasa yang baik.