PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG PERTANIAN

PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG PERTANIAN

PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BIDANG PERTANIAN

Tiurma S.P. Panjaitan

(Mahasiswa Prodi Agribisnis FST UNIMUDA Sorong)

 

SDM yang baik mampu menjunjung tinggi segala macam aspek di dalam pembangunan pertanian sehingga pembangunan pertanian mampu untuk meningkatkan kegiatannya dalam mendukung perekonomian masyarakat pertanian itu sendiri.

Untuk itu banyak upaya pemerintah yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan integritas SDM . dengan diadakanya pelatihan pelatihan khusus SDM seperti seminar,sosialisasi ataupun penyuluhan. Dengan adanya otonomi daerah pelaksanaan pembangunan menuntut jumlah dan institusi yang pertanian yang memadai. Peranan SDM pertanian mulai diperhatikan jika hal ini berkelanjutan maka dibutuhkan SDM yang sanggup memenuhi kebutuhan yang ada.  .

Peningkatan SDM selain berkaitan dengan peningkatan produktifitas petani juga diarahkan pada peningkatan partisipasi politik petani dalam setiap proses pengambilan keputusan yang menyangkut kepentingan mereka melalui organisasi petani mandiri. Peran aktif pemerintah dalam peningkatan SDM petani antara lain melalui reorientasi sistim penyediaan layanan dan pendanaan sistim informasi pertanian.

Penyuluhan pertanian akan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan SDM pertanian.  Peningkatan SDM petani dan pertanian sangat erat kaitannya dengan upaya pemberdayaan masyarakat pedesaan/ community empowerment. Dalam pengertian luas pemberdayaan merupakan proses memfasilitasi dan mendorong masyarakat agar mampu menjadi pelaku utama dalam memanfaatkan lingkungan strategisnya untuk mencapai suatu keberlanjutan.

Lingkungan strategis mencakup lingkungan dan mekanisme produksi, ekonomi, sosial, dan ekologi. Terkait mekanisme pemberdayaan semestinya mendorong petani gara mapu memanfaatkan sumber daya produksi yang dimilikinya sehingga mampu berproduksi secara efisien dan menjamin pemenuhan pangan.

Kegagalan pengorganisasian banyak diakibatkan oleh permasalahan tentang target target keproyekan .dengan adanya mekanisme ekonomi telah banyak upaya untuk menciptakan institusi ekonomi untuk bertujuan mempermudah akses petani masyarakat terhadap pasar.

Akan tetapi kelembagaan ekonomi yang ada belum dapat sepenuhnya memberikan manfaat secara ekonomi. Ada beberapa upaya yang dibuat seperti Pembentukan koperasi pedesaan pada banyak kasus justru mengalami kegagalan karena tidak melibatkan masyarakat secara penuh. Secara idealnya seharusnya masyarakat diikutsertakan semua agar terlaksana dengan maksimal. Dengan dibilibatkanya masyarakat atau semua aspek maka pemahaman masyarakat akan usaha pemerintah yang meningkatkan mutu SDM di sector pertanian akan berjalan dengan baik, bisa dikatakan transparan tanpa ada kecurigaan. Hal yang mengenai permodalan, managemen dan pengurusan pengorganisasian bisa dikendalikan oleh semua pihak atau semua aspek .

Untuk itu penggunaan mekanisme ekologi sangat penting untuk mencakup aspek lingkungan sekitar . didalam mekanisme ekologi masyarakat diberikan kesempatan dan didorong untuk mengelola dan memanfaatkan sumber daya ekologi-nya secara berkesinambungan. Antara lain infrakstruktur saluran irigasi, jembatan, jalan, pasar, dan lain-lain).

Banyak para ahli menyimpulkan bahwa kebanyakan dari masyarakan hanya menjadi objek dalam pengelolaan sumber daya ekologinya saja jarang sekali dilibatkan dalam perencanaan, pengambilan keputusan, serta pengelolaan sumber daya ekologi tersebut.
Subejo dan Iwamoto (2003) melaporkan bahwa masyarakat lokal memiliki kearifan dan kemampuan mengelola sumber daya ekologi. Di daerah pegunungan, di mana fisik ekologi sangat tidak menguntungkan untuk produksi pertanian, masyarakat lokal telah menciptakan institusi kerja lokal terkait dengan pengelolaan sumber daya ekologi.
dengan peryataan tersebut perlunya perubahan dan perbaikan disemua aspek.