Sustainable Farming for Sustainable Agriculture
Sustainable Farming for Sustainable Agriculture
Aldila Mawanti Athirah
(Dosen Prodi Agribisnis FST UNIMUDA Sorong)
Sustainable Farming adalah berusahatani dengan menerapkan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan yang dilandasi dengan pemahaman tentang layanan ekosistem serta hubungan antara organisme dan lingkungannya. Kami bersama beberapa petani melakukan LEISA (Low External Input and Sustainable Agriculture). LEISA menggunakan input dari tempat usaha dan dari luar tempat usaha, dengan prinsip pengoptimalan interaksi antara input produksi dengan unsur-unsur agroekosistem sehingga penggunaan input luar berupa input kimia tidak begitu besar.
Keistimewaan menjadi petani sustainable farming adalah berinteraksi dengan alam, memanfaatkan sumber daya alam yang ada, membuat sendiri input dari kotoran hewan ternak dan sampah organik, meminimalisir dampak negatif dari sistem pertanian berbasis kimiawi, keseimbangan ekosistem tetap terjaga. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam (tanah, air, tumbuhan, tanaman, dan hewan) dan manusia (tenaga, pengetahuan, dan keterampilan) yang tersedia di tempat secara ekologis, adil secara sosial dan sesuai dengan budaya. LEISA bertujuan untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang.
Sustainable farming mudah diterapkan seperti di pekarangan rumah dengan menanam beberapa jenis tanaman sayuran dan tanaman obat. Semoga sustainable farming ini dapat tersebarluas di seluruh pelosok negeri memberikan senyuman kepada petani, ekosistem, ketahanan dan keamanan pangan jika kita bekerja bersama. Petani menggunakan alat tradisional dalam membajak lahan, masih menggunakan binatang ternak. Dikarenakan petani juga memelihara ternak sebingga mereka masih memanfaatkan hewan ternak untuk usaha tani. Keunikannya itu mereka masih menggunakan cara tradisional dalam membajak lahan. Seru dan unik.
Sistem pertanian berkelanjutan seringkali disebut sebagai suatu konsep pemikiran masa depan, karena tidak hanya memberikan manfaat kepada umat manusia pada saat ini, akan tetapi juga pada waktu yang akan datang. Ajakan untuk bertani secara berkelanjutan, dapat dimulai dari pekarangan rumah. Hal kecil akan berdampak besar bagi permbangunan berkelanjutan jika kita bekerja bersama.