’Sepanggal Kisah-Siti Reisa Refideso

’Sepanggal Kisah-Siti Reisa Refideso

Editor: Kartika Tiara, M.Pd.

        Aku menawarkan diri sanggup bekerja sebagai apa saja asalkan halal.Keyakinanku tidak sia-sia .  Aku   bekerja paruh waktu di kampus Pada atahun 2015 awal pendidikan yang harus saya jalani selama 4 tahun,alhasil sekarang saya menginjak semester 6 saya kuliah di kampus STKIP MUHAMMADIYAH SORONG mengambil program studi Bahasa dan Sastra Indonesia . Kuliahku selama II semester  masih dibiayai oleh orang tua ,dan akhirnya saya mulai berfikir haruskah saya selalu menadah tangan di orang tua untuk meminta uang semester.

       Setelah semester III Saya mendapat tawaran bekerja sebagai cleaning service di kampus saya  sendiri ,atau bisa di bilang bahasa kasarnya tukang sapu.Setiap pekerjaan pasti ada konsekuensinya saya bekerja dari pukul 06.00-11.00 dari senin hingga sabtu, punya waktu berkumpul bersama keluarga hanya hari minggu. Bercanda dengan keluar pun susah saya lakukan karena tuntutan kerja.

       Ayam mulai berkokok dan azan pun ikut berkumandang itu sebuah pertanda pagi tlah tiba,waktunya merapikan tempat tidur  dan bergegas berwudhu dan langsung sholat setelah itu saya segera menelusuri jalan yang telah beribu-ribu kali saya lewati,embun yang masih menempel di dedeunan hijau menjadi saksi perjalananku.

      Ruangan demi ruangan ku masuk ,kusi demi kursi ku benahi hingga tertata rapi . Debu dan kotoran telah menjadi teman pagiku sapu dan pel telah menjadi peganganku.Tangan ini sudahlah tidak halus seperti setahun yang lalu yang masih suka manja kepada orang tua.

      Ada ketakutan yang menyelimutiku membuatku tidak percaya diri. Di kalau nanti ada teman-temanku yang melihat pekerjaanku sebagai cleaning service sangatlah malu jika harus menampakan muka dihadapan mereka semua.Lama kelamaan ketakutan itu mulai hilang dan berubah menjadi keberanian.

       Setelah pekerjaan selesai , belum sempat istirahat saya harus langsung  melanjutkan aktivitas berikutnya yaitu Kuliah.Dalam hati terdalam kadang saya merasa cemburu melihat teman-teman yang sisa ganpang meminta uang untuk biaya kuliah tanpa harus bekerja keras sendiri.Kenapa!!!!!!!!!!!!!! kenapa harus saya  yang berada di posisi seperti ini oh tuhan !!!!                                                                                                                                                                                                                                                                                 rasa iri ini terlalu besar.

        Banyak motivasi dari para dosen dan para sahabat-sahabat saya.Pekerjaan  Mu itu pilihanmu  bukan takdirmu ,sebagai cleaning service hanyalah pekerjaan sementara  yang tidak akan kekal. Semua bisa berubah kapan saja tidak selamanya yang di atas akan tetap di atas dan yang di bawah akan tetap di bawah roda kehidupan akan selalu berputar.Saya kuatkan tekat dan hati untuk bekerja sebagai cleaning service selama menjadi mahasiswa demi biaya kuliah gratis selama 3 tahun, dengan begini kedua orang tua Ku beban beratnya akan sedikit ringan.

        Semua pekerjaan itu tidak ada yang enak nak’’ujar ibukku dan bapakku’’, 3 tahun itu waktu yang cepat kamu harus kuat,kamu harus kuat menghadapi pilihanmu yang selama ini kamu pilih.Lakukan,syukuri dan nikmati setiap prosesnya.Ingatlah proses tidak akan menghianati hasil.

        Menjadi seorang cleaning service akan saya jadikan sebagai pengalanaman yang paling berharga dalam kehidupan yang akan datang, karna mampu membangi kuliah sambil kerja tidaklah mudah,karna selama menjadi seorang mahasiswa itu wajib mengumpulkan tugas tetap waktu. Meskipun tugas  yang sili ber ganti  datang menghampiri tiada henti.

       Ini semua tuntutan menjadi seorang mahasiswa nak’’ kata ibukku’’, menjadi seorang mahasiswa itu harus pintar-pintar membagi waktu kuliah sambil kerja, jangan sampai kerja  Mu menggangu kuliah Mu.Pendidikan itu yang utama’’ ujar bapakku’’.(RSF)